Thursday, 9 February 2012

Contoh Laporan Kuliah Kerja Lapangan (KKL)


BAB I
PENDAHULUAN

      A.    Latar Belakang
Setiap tahunnya, para lulusan perguruan tinggi masih banyak menganggur. Hal ini disebabkan masih terbatasnya lapangan kerja yang ada bila dibandingkan dengan pencari kerja. Banyak lulusan antri untuk bisa menjadi pegawai negeri. Yang lainnya antri kesana kemari untuk mengajukan lamaran. Sungguh tragis nasib para lulusan perguruan tinggi.
Setiap orang berlomba-lomba untuk mencari pekerjaan. Berlomba-lomba untuk menjadi seorang pegawai, namun tetap saja masih akan banyak yang menganggur dengan keterbatasan lapangan kerja tersebut. Pengangguran akan mendorong seseorang untuk melakukan tindak kriminal seperti pencurian dan perampokan. Semua itu dilakukan karena mereka butuh uang sementara tidak adanya pekerjaan layak yang bisa mereka andalkan.
Untuk itu, sangat dibutuhkan adanya penanaman mental wirausaha dalam diri mahasiswa. Hal ini dilakukan agar ketika mahasiswa lulus, mahasiswa tidak bingung untuk mencari pekerjaan. Justru seharusnya mereka sendiri yang membuka lapangan pekerjaan itu untuk memberikan kesempatan yang lebih luas bagi para angkatan kerja yang lainnya.
Salah satu hal yang dapat dilakukan untuk menguatkan mental wirausaha dalam diri mahasiswa ini adalah dengan melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL). Dengan adanya KKL ini, tentunya mahasiswa akan mendapatkan gambaran yang nyata dari apa yang telah mereka pelajari selama ini. Jadi selain mahasiswa akan matang dalam teori, mahasiswa juga akan mendapatkan pengalaman nyata yang dapat mereka terapkan di saat mereka terjun dalam masyarakat.



B.     Maksud dan Tujuan
Dengan dilaksanakannya kegiatan KKL ini, mahasiswa dapat melakukan perbandingan antara teori yang diterima di perkuliahan dengan praktik yang ada di lapangan. Serta, mahasiswa juga dapat memberikan penilaian atas kinerja dari institusi maupun perusahaan yang dikunjungi.
Adapun tujuan dari kegiatan KKL ini, dapat diperinci sebagai berikut:
1.   Memberikan gambaran secara langsung tentang praktik operasional suatu institusi/perusahaan dari sisi produksi, pemasaran, keuangan, serta sumber daya manusia.
2.  Memberikan pengetahuan secara langsung tentang sejarah institusi/perusahaan, masalah, serta solusi yang mereka lakukan.
3.      Memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk melakukan perbandingan antara teori dan praktik bisnis serta memberikan penilaian atas kegiatan perusahaan.
4.      Memperkaya wawasan yang berkaitan langsung dengan prodi masing-masing dalam rangka meningkatakan kemampuan dan kepekaan terhadap perkembangan zaman.
5.      Mempersiapkan wirausaha muda yang handal, profesional, dan amanah sesuai dengan visi ekonomi islam.

C.    Manfaat
Bagi mahasiswa:
1.  Mengetahui secara langsung profil perusahaan, fisik bangunan, serta mekanisme kerja perusahaan baik dari sisi manajemen operasional, SDM, keuangan, dan pemasaran.
2.      Mempraktikkan teori-teori yang telah diperoleh dalam proses kegiatan di perusahaan/institusi.
3.      Terinspirasi serta termotivasi untuk mendirikan usaha/bisnis setelah memperoleh gambaran di lapangan.



Manfaat bagi STAIN:
  1. Memperoleh masukan terkait isu-isu terkini dalam dunia kerja serta usaha sebagai bahan pengembangan penelitian dan pendidikan.
  2. Meningkatkan dan memperluas jaringan kerjasama (network) dengan institusi bisnis baik swasta, BUMN, dan sebagainya.


BAB II
PROFIL PERUSAHAAN

A.    International Business Management Fakultas Ekonomi Universitas Ciputra (IBM FE UC)
1.      Visi dan Misi
Visi:
Menjadikan Fakultas Ekonomi yang mampu menghasilkan lulusan dengan kemampuan entrepreneurship dan bisnis berkelas dunia yang berkarakter dan menghasilkan penelitian serta pengabdian pada masyarakat berbasis entrepreneurship yang mampu memberikan dampak positif yang besar bagi bangsa pada tahun 2022.

Misi:
·         Untuk membentuk lulusan yang mempunyai pola pikir dan semangat entrepreneur.
·         Untuk memberikan dukungan terbentuknya lulusan yang berkarakter.
·         Untuk memberikan dukungan terbangunnya semangat entrepreneurship.
·         Untuk membangun lulusan yang mempunyai keahlian-keahlian untuk menjadi profesional dan entrepreneur di bidangnya.
·         Untuk mengelola penelitian-penelitian yang mampu meningkatkan kompetensi akademik dan entrepreneurship.
·         Mendorong terbangunnya rasa tanggung jawab sosial di Fakultas Ekonomi.

2.      Alamat Perusahaan
Universitas Ciputra Town, Citraland, Surabaya, Kode Pos 60219
Phone: +62317451699



3.      Sejarah Berdirinya Perusahaan
Merupakan sebuah inisiatif dari pendirinya yaitu Bp. Ir. Ciputra yang merasa iba melihat perekonomian Indonesia.
4.      Produk/Jasa yang Ditawarkan

International Business Management menjawab tantangan bisnis dan ekonomi dalam skala Nasional dan Internasional di era globalisasi ini. Berfokus untuk mempelajari segala aspek dan strategi bisnis seperti marketing, financial dan partnership dalam perdagangan Internasional pada suatu perusahaan. Mahasiswa dipersiapkan untuk dapat melihat peluang dalam perdagangan Internasional.

Keunggulan

·         Adanya proyek entrepreneurial dengan praktek nyata di luar kelas untuk mengasah dan mempertajam kompetensi mahasiswa
·         Adanya berbagai variasi metode pengajaran yakni project based learning, problem based learning, process based learning dan experience based learning

Prospek Bisnis

Prospek lulusan program studi International Business Management (IBM) adalah menjadi Entrepreneur di bidang:
·         Management Consulting
·         Service, Trading and Manufacturing
·         Export and Import

Kerjasama

·         SAP University Alliance Program. SAP merupakan perusahaan penyedia solusi sistim informasi bisnis yang terintegrasi
·         Beberapa perusahaan di industri jasa, perdagangan dan manufaktur

5.      Struktur Organisasi dan Nama Pengurus
Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Ciputra :
·         Dr. David Sukardi Kodrat, M.M.
Dosen International Business Management :
·         Inge Gunawan, S.E.,M.Si. (Head of International Business Management)
·         Wirawan Endro Dwi Radianto, S.E., M.Sc.
·         Charly Hongdiyanto, S.E.,M.M.,M.B.A.
·         Christian Herdinata, S.E., M.M.
·         Damelina Basauli Tambunan, S.E., M.M.
·         Dr. David Sukardi Kodrat, M.M.
·         Dr. J.E. Sutanto, M.M.
·         Dr. Tina Melinda, Dra., M.M.
·         Helena Sidharta, S.E., M.M.
·         Lenny Gunawan, S.E., M.Bus.
·         Meidiahna Kusuma, S.E., M.B.A
·         Tommy Christian Efrata, S.E., M.Sc.
·         Wina Christina, S.E., M.M.
·         Titus Permadi Setiawan, S.E., M.M.
·         Cliff Kohardinata, S.E., M.M., Ak.
·         Agustiono, S.E., M.Sc.

B.     Pusat Oleh-oleh Khas Bali “Cahayu”
1.      Alamat Perusahaan
Jl. Batubulan, Br. Tegehe, Batubulan, Gianyar – Bali
Telp./Fax 0361-298951

2.      Sejarah Berdirinya Perusahaan
Cahayu adalah pusat / central oleh-oleh makanan khas Bali yang didirikan oleh seorang anak desa terpencil di bawah lereng gunung di daerah Jateng (Jawa Tengah). Dengan tekad melangkah untuk meninggalkan kampung halaman di awal tahun 90-an  dengan mencoba mengadu nasib yang pada awalnya untuk mencari pekerjaan di pulau Bali. Jadilah seorang Pembantu Rumah Tangga (PRT) dan pada malam harinya juga beraktifitas di sebuah rumah sakit menjadi penjaga (Waker).
Dengan bergulirnya waktu Robani banyak mencoba berbagai pekerjaan dan usaha dari jualan Sayur mayur, Mie ayam / Bakso / Jamu dll, dengan menggunakan gerobak hingga pada akhirnya memutuskan untuk menjual kacang goreng (yang pada saat ini lebih sering dikenal dengan sebutan Kacang Asin Bali).
Dan dengan keuletannya beliau (Robani) ini hingga berdirilah sebuah Perusahaan dan Central Oleh-oleh yang cukup megah di lintasan pariwisata (di daerah Pasar Seni Sukawati). Perjalanan sebuah kehidupan yang pernah seorang Robani jalani. Dan pada akhirnya Cahayu berdiri pada tanggal 27 September 2002.
Tujuan itu sendiri dengan membuka usaha Pusat / Central Oleh-oleh Khas Bali ini khusus untuk melayani wisatawan Nusantara maupun mancanegara yang berkunjung ke bali. Dengan keberhasilan inilah Robani membawa dampak positif, karena ia telah menopang kehidupan ekonomi para pengrajin kecil yang hasilnya tidak bisa dipasarkan. Cahayu membantu memasarkan produk dari pengrajin kecil sehingga mereka dapat hidup dengan layak, disamping itu beliau sekaligus membantu pemerintah untuk ikut serta mengurangi pengangguran dan mengembangkan industri pariwisata, serta menambah Income daerah maupun Negara.
Demikian sejarah singkat seorang Robani dan berdirinya pusat / central oleh-oleh khas bali, hanya dengan bermodalkan tekad, ketekunan, dan ketrampilan ia menjadi orang yang sukses.

3.      Produk/Jasa yang Ditawarkan
Kacang Asin Bali Cahayu
            800 gr                          Rp 50.500
            400 gr                          Rp 31.000
            200 gr                          Rp 16.500
Kacang Koro
            500 gr                          Rp 25.500
            250 gr                          Rp 13.500
            100 gr                          Rp 7.000
Kacang Disco Kotak               Rp 21.500
Kacang 4 Rasa Cahayu           Rp 36.000
Kacang Koro Keju
            500 gr                          Rp 26.500
            250 gr                          Rp 13.750
            100 gr                          Rp 7.500
Kacang Koro Rumput Laut
            500 gr                          Rp 26.500
            250 gr                          Rp 13.500
Tomat Rasa Kurma                 Rp 14.500
Nopia Bali Cahayu                  Rp 13.000
Ting Ting Cahayu                   Rp 24.300
Sruwa Sruwi Cahayu              Rp 13.500
Dodol Buah Cahayu               Rp 11.500
Bagiak Cahayu
            Besar                           Rp 22.500
            Kecil                            Rp 13.000
Teh Rosella Kotak Cahayu     Rp 10.000
Teh Apel Tas                           Rp 11.000
Kopi Cahayu Kotak                Rp 10.000
Brem Cahayu                          Rp 11.500
Brem 3 Rasa Cahayu              Rp 12.000
Madu Mongso Cahayu           Rp 20.000 


C.    Sahadewa Bali Product: Industri Bed Cover
1.      Alamat Perusahaan
Jl. Ida Bagus Mantra Ketewel, Gianyar - Bali

2.      Sejarah Berdirinya Perusahaan
Sahadewa Bali Product didirikan pada tahun 1995 yang berlokasi di Tampak Siring. Modal awal yang digunakan untuk mendirikan Sahadewa adalah 150 juta rupiah. Hal yang melatarbelakangi pendirian Sahadewa adalah banyak pengunjung atau wisatawan yang tidak sempat mengunjungi Pasar Seni Sukawati maka dibuatlah galeri Sahadewa. Dengan tekad dan keberanian yang dimiliki oleh sang pemilik maka berdirilah galeri Sahadewa yang berlokasi di Tampak Siring tersebut.

3.      Produk/Jasa yang Ditawarkan
Adapun produk/jasa yang ditawarkan dapat dispesifikkan sebagai berikut:
Bed Cover 1 King and Double Set
            Double set full ( 2 bantal dan 2 guling )         650 rb
            King lukis 3m x 3m                                         500 rb
            King lukis full                                                 660 rb
Bed Cover 1 Queen 250cm x 250cm
            Queen cetak                                                    290 rb
            Queen lukis                                                     335 rb
            Queen cetak full                                              350 rb
            Batik cakra                                                      250 / 340 rb
            Lukis full jahit                                                 350 / 450 rb
            Double cetak                                                   220 rb
            Full batik                                                         195 rb
            Batik passwok                                                 220 rb
            Lukis                                                               260 rb
Bed Cover 1 Single 150cm x 250cm
            Cetak                                                               180 rb
            Silky                                                                170 rb
            Batik cakra                                                      175 rb
            Panel                                                               190 rb
            Lukis                                                               215 rb
            Lukis full jahit                                                 275 rb
Bed Cover 2
            Single 1,2m x 2m                                            110 rb
            Double 1,8m x 2m                                          140 rb

4.      Struktur Organisasi
Sahadewa memiliki karyawan untuk bagian sales, bed cover dan tenun sejumlah kurang lebih 50 orang. Untuk karyawan pembuat bed cover ada 15 orang dengan 4 orang tenaga profesional.


BAB III
KINERJA DAN GAMBARAN OBYEK YANG DIAMATI

A.    International Business Management Fakultas Ekonomi Universitas Ciputra (IBM FE UC)
IBM FE UC tidak diragukan lagi mengenai fasilitas dan sumber daya manusia mereka. Dalam KKL di tempat ini, kami berkesempatan mendengar presentasi dari beberapa mahasiswa IBM sekaligus tanya jawab. Adapun mahasiswa tersebut mempresentasikan tentang usaha yang mereka jalankan sejak tahun yang lalu. Usaha tersebut diantaranya:
Udifer Bags
Udifer Bags merupakan sebuah usaha yang bergerak dalam bidang pembuatan tas. Namun dalam usaha mereka, mereka memiliki differensiasi yang sangat kuat. Adapun hal yang membuat produk mereka berbeda dengan produk yang lain adalah bentuknya yang tidak seperti tas pada umumnya. Tas-tas tersebut diperuntukkan untuk segala usia dan gender.
Bentuk utama dari produk mereka adalah tas berbentuk baju dengan berbagai modifikasi tambahan seperti tempat untuk menaruh sepatu yang menyatu dengan tas tersebut. Hal unik itulah yang membuat produk mereka lebih menarik dibandingkan produk lain yang sejenis.
Dalam promosinya, mereka memanfaatkan jejaring sosial online seperti facebook dan juga relasi.
Maureen Shop
Maureen Shop merupakan usaha yang bergerak di bidang pembuatan sprei dan perlengkapan bayi. Sprei yang mereka produksi merupakan sprei dengan kualitas tinggi yang tentunya tebal dan dapat menghangatkan. Hal yang membedakan produk ini dengan produk yang lain adalah sprei ini biarpun tebal tapi tidak berbulu seperti sprei lainnya. Sehingga dapat juga digunakan untuk bayi dan tidak akan mengganggu pernafasan.
Bebek Dua Sejoli
Bebek Dua Sejoli seperti layaknya usaha peternakan yang lain. Namun mereka memiliki sumber daya manusia yang benar-benar memperhatikan kualitas dari ternak mereka. Kebersihan kandang benar-benar dijaga. Letak dari peternakan ini juga dijauhkan dari pemukiman penduduk. Differensiasi yang mereka miliki tentu saja mengenai pakan, obat-obatan, dan juga sumber daya manusia.
Mengenai masalah penjualan, mereka hanya melayani penjualan bebek dalam jumlah besar. Pembelian juga dapat melalui email mereka yaitu bebekduasejoli@yahoo.com

Dari 3 jenis usaha tadi, semuanya dijalankan oleh mahasiswa dengan pembagian tugas yang jelas. Dengan sumber daya yang telah dididik tersebut tentunya mereka lebih mampu melihat peluang dan berinovasi.

B.     Pusat Oleh-oleh Khas Bali “Cahayu”
Yang menjadikan tempat ini istimewa karena produknya diproduksi sendiri. Produk utama dari Cahayu adalah Kacang Asin Bali. Adapun cara pembuatan kacang asin bali tersebut adalah:
Tahap I : Proses Sortir Bahan
Penyortiran kacang mentah yang akan diolah untuk mendapatkan bahan dengan kualitas terbaik, karena bahan dasar ini sangat berpengaruh terhadap hasil akhir pada saat proses penyangraian kacang tersebut.
Tahap II : Proses Perendaman
Proses ini dilakukan dengan maksud untuk membersihkan debu atau kotoran yang menempel pada kacang saat pengupasan dan membersihkan sisa-sisa getah yang masih menempel
Tahap III : Proses Pencampuran Bumbu
Setelah proses perendaman maka kacang ditiriskan kemudian dicampur dengan bawang putih yang dihaluskan dengan sedikit garam dengan komposisi sebagai berikut:
100 kg kacang; 3 kg bawang putih; 3 kg garam, setelah itu didiamkan selama 12 jam dan diaduk sampai tercampur dengan rata.
Tahap IV : Proses Penjemuran/Pengeringan
Kacang yang sudah tercampur dengan bumbu dan telah didiamkan hingga bumbu merasuk kemudian dijemur di bawah sinar matahari langsung selama 5-6 jam atau setengah kering.
Tahap V : Proses Penggorengan
Proses penggorengan kacang asin ini sedikit lebih unik dibandingkan dengan penggorengan kacang pada umumnya, karena dalam proses ini kacang tidak digoreng menggunakan minyak namun menggunakan pasir laut dari daerah klungkung yang telah melewati proses sterilisasi terlebih dahulu sehingga hygienis serta layak untuk menggoreng dan selama proses penggorengan diperlukan nyala api yang tidak terlalu besar sehingga untuk mendapatkan hasil yang maksimal dalam proses penggorengan ini diperlukan seorang tenaga yang memiliki pengalaman yang cukup dalam masalah pengolahan Kacang Asin Bali ini.
Tahap VI : Proses Seleksi II
Kacang yang sudah matang tidak langsung dibawa ke proses pengepakan, tapi terlebih dahulu melalui proses pemilihan antara kacang yang layak untuk dipasarkan dan yang tidak layak, sehingga memiliki kualitas dan rasa yang dapat dipertanggungjawabkan. Adapun kacang yang tidak sesuai dengan standar yang telah ditentukan perusahaan dimanfaatkan untuk pembuatan bumbu pecel atau untuk makanan ternak.
Tahap VII : Proses Pembungkusan
Proses terakhir dari pembuatan kacang ini adalah diseleksi dengan teliti kemudian dikemas sesuai dengan ukuran berat seperti tertera di kemasan untuk kemudian dipasarkan di outlet CAHAYU.

Dari uraian di atas, CAHAYU berusaha untuk meminimalkan input dan memaksimalkan output. Untuk produk yang kurang layak, tetap masih bisa mereka manfaatkan. Dan CAHAYU ini juga menggunakan pasir laut yang tidak diragukan lagi jumlahnya di Bali, dengan demikian, biaya bagian penggorenganpun sedikit efisien dengan hasil yang efektif.
Selain itu, sumber daya manusia mereka juga ditempatkan di bagian-bagian yang jelas tugas-tugasnya meskipun beberapa juga harus merangkap posisinya. Hal tersebut memiliki dampak positif yaitu untuk efisiensi tenaga kerja.

C.    Sahadewa Bali Product: Industri Bed Cover
Produksi Sahadewa yang utama adalah bed cover dan tenun ikat, selain itu Sahadewa juga memproduksi baju, lukisan dan berbagai macam handy craft. Dalam pembuatan bed cover diawasi langsung oleh owner dan bahan-bahan yang digunakan juga dibeli langsung oleh owner agar kualitas barang sesuai yang diinginkan. Produk bed cover lukis milik Sahadewa tidak dapat ditiru oleh perusahaan lain karena Sahadewa memiliki teknik dan gaya tersendiri dalam memproduksi produknya.
Bed cover lukis merupakan perpaduan antara kerajinan lukis, batik dan menjarit, dimana pembuatannya memerlukan keahlian dari ketiganya. Untuk memperoleh hasil serta kualitas yang baik diperlukan keahlian khusus seperti melukis, membatik, mencampur warna, mewarna, menjarit, serta memilih bahan dasar yang terbaik.
Bahan-bahan dasar dan peralatan yang digunakan untuk pembuatan bed cover antara lain:
  • Kain katun
  • Dakron
  • Kain lapis
  • Malam
  • Warna (sol atau remasol)
  • Penguat warna (ACL)
  • Kompor kecil
  • Penggorengan
  • Canting
  • Kuas bambu

Proses pembuatan bed cover dapat dikategorilan menjadi 4 tahap, antara lain :
Tahap 1 : Sket
Kain disket dengan pensil sesuai motif lukisan yang diinginkan. Setelah kain disket, selanjutnya disket menggunakan malam yang telah direbus menggunakan canting (sama seperti membuat batik). Besar kecilnya canting tergantung jenis sketnya.

Tahap 2 : Pewarnaan
Proses kedua adalah tahap pewarnaan. Alat dan bahan-bahan yang diperlukan dalam tahap ini adalah, sebagai berikut :
·         Kuas bambu
·         Warna (sol atau remasol)
·         Kuas dakron
·         Air pencampur untuk pencampur warna
Tahap pertama yang diambil dalam tahap ini adalah pencampuran warna sesuai dengan warna yang diperlukan. Setelah warna tercampur maka siap mewarnai sket pada langkah pertama tadi. Daerah yang diwarnai terlebih dahulu adalah daerah yang memiliki warna paling minim (daerah yang diarsir) dan selanjutnya ke daerah yang memilki warna paling dominan (warna dasar).

Tahap III : Pencucian
Proses ini adalah proses pencucian. Dalam proses ini kain yang sudah disket dan diberi warna direbus dengan air yang sudah dicampur penguat warna (ACL). Alat-alat dan bahan yang dibutuhkan dalam proses ini adalah, sebagai berikut :
  • Air
  • Panic besar
  • Kompor
  • Sebatang kayu/bambu (sebagai media pengaduk)
  • Penguat warna
Langkah-langkah dalam pancucian antara lain :
a.       Air dimasak hingga mendidih dan dicampur dengan penguat warna,
b.      Kain dimasukkan dan diaduk 1-2 jam,
c.       Terakhir, kain dibilas dengan air dingin dan mengalir.
Kegunaan dari proses perebusan ini slain untuk menguatkan warna juga menghilangkan malam (sket).

Tahap IV : Penjaritan
Ini adalah proses terakhir dalam pembuatan bed cover, yaitu penjaritan. Dalam proses penjahitan diperlukan mesin jarit, kain dan dakron. Kain, dakron dan sket ditumpuk menjadi satu dan semua sisinya dibuat sama. Lalu dijarit mengikuti garis gambar dalam langkah partama dan kedua tadi. Dan jadilah sebuah bed cover produksi galeri Sahadewa.

Untuk hambatan pembuatan bed cover lukis ini terutama adalah hujan yang sedikit menghambat proses pengeringan.

Tenun ikat merupakan salah satu kerajinan tradisional yang masih bertahan hingga kini, karena selain memiliki nilai seni yang tinggi, tenun ikat juga memiliki banyak kegunaan, diantaranya: tenun ikat dipakai pada upacara adat seperti upacara di pura, potong gigi, pernikahan, dll. Satu dasa warsa terakhir ini tenun ikat juga sudah dipergunakan oleh seluruh instansi pemerintah di Bali dan tentunya mereka memiliki corak/motif tersendiri sesuai instansinya. Disamping itu, tenun ikat juga digunakan sebagai bahan pendukung untuk barang-barang souvenir lainnya.
Bahan dasar tenun ikat menggunakan benang katun berwarna putih dan pewarna untuk membuat motifnya. Dalam tenun ikat dikenal 2 macam benang, yaitu benang vertikal disebut lusi/bum/benang dasar, dan benang horisontal yang disebut benang pakan/motif. Kedua benang tersebut (vertikal dan horisontal) harus ditenun sehingga menjadi kain yang bermotif sesuai yang sudah direncanakan.
Adapun proses / tahap pembuatan tenun ikat:
Tahap I : Pembuatan Motif / Pewarnaan
Ø  Pewarnaan benang bum/lusi/benang dasar
Pewarnaan benang bum dilakukan dengan cara dicelup ke dalam pewarna yang direbus sesuai warna yang diinginkan. Setelah dicelup, benang tersebut dililitkan pada kerangka kayu sesuai ukuran kain tenun ikat yang hendak dibuat.
Ø  Pewarnaan benang pakan/motif
Proses pewarnaan benang pakan/motif sama dengan proses pewarnaan benang dasar/lusi, tetapi karena motif biasanya terdiri dari beberapa macam warna, maka proses pencelupan dilakukan sesuai jumlah warna yang ada di motif itu. Bila motif itu terdiri dari 4 warna, maka proses pewarnaan/pencelupan dilakukan sebanyak 4 kali. Misalnya jumlah motif terdiri dari 3 warna (merah, kuning, dan biru) dan warna dasarnya hitam, maka ketiga bakal motif yang berwarna merah, kuning, dan biru akan dililit dengan tali rafia dan bakal motif yang berwarna hitam dibiarkan tanpa dililit. Selanjutnya dicelupkan ke dalam warna yang berwarna hitam, setelah itu dikeringkan. Selanjutnya, motif yang berwarna selain merah akan dililit tali rafia untuk dicelupkan ke dalam warna merah. Begitu seterusnya sampai semua warna motif sudah tercelupkan. Adapun tujuan dari pelilitan dengan tali rafia dimaksudkan agar warna yang telah tercelup tidak bercampur dengan warna lainnya.

Tahap II : Penyucukan
Proses penyucukan merupakan proses memasukkan benang bum/benang dasar ke alat tenun. Dalam tahap ini dibutuhkan 2 orang untuk menyusun helai demi helai benang yang berjumlah kurang lebih 3800 helai benang ke dalam guun (satu heli benang dibutuhkan 4 guun) selanjutnya dimasukkan ke sisir, sehingga alat tenun itu siap dioperasikan.

Tahap III : Penenunan
Sebelum mulai proses penenunan, penenun akan menggulung benang motif/pakan menjadi gulungan kecil-kecil dan ditempatkan pada sekoci (suatu alat yang di desain sedemikian rupa untuk menempatkan benang pakan). Sekoci tersebut lalu ditempatkan pada bagian belakang sisir diantara benang bum/lusi. Penenun lalu menekan satu pedal (kiri/kanan) dengan satu kakinya lalu menghentakkan batangan sisir sehingga sekoci bergerak ke kanan / ke kiri, maka benang motif itu akan bergerak menyusun dengan benang bum sehingga menjadi kain tenun bermotif yang telah direncanakan.

Kualitas produk kain tenun ikat sangat ditentukan oleh tiga unsur utama, yakni bahan baku, pewarnaan, dan desain/motif. Menenun untuk mendapatkan motif yang diinginkan memerlukan ketelitian dan kesabaran serta prosesnya memakan waktu relatif lama.
Sahadewa memasarkan produknya dipasaran internasional maupun domestik. Untuk pemasaran internasional menggunakan dolar dan dapat mengambil keuntungan mencapai 100%. Adapun media promosi yang digunakan antara lain: website, twitter, relasi, dll.
Dalam merekrut karyawan sebelumnya diadakan training selama 3 bulan, apabila mampu maka akan dijadikan sebagai karyawan tetap. Gaji karyawan tiap bulannya sekitar Rp 450.000,00 dengan tambahan bonus sekitar 5%. Pemberian gaji kepada karyawan berdasarkan kerapian hasil kerajinan.
Pada saat sedang ramai, Sahadewa mampu memperoleh omset 50 hingga 60 juta rupiah. Sementara saat sedang sepi, omset yang didapat berkisar 5 juta rupiah.


BAB IV
PENUTUP

A.    Kesimpulan
  1. International Business Management Fakultas Ekonomi Universitas Ciputra (IBM FE UC)
Usaha yang dilakukan oleh para mahasiswa IBM FE UC memiliki pembagian tugas yang jelas serta pengorganisasian yang baik. Hal yang mereka lakukan tidak hanya dengan melihat lapangan tetapi juga menerapkan teori yang telah mereka dapatkan. Dengan sumber daya yang telah dididik tersebut tentunya mereka lebih mampu melihat peluang dan berinovasi.
  1. Pusat Oleh-oleh Khas Bali “Cahayu”
Cahayu adalah pusat / central oleh-oleh makanan khas Bali yang didirikan oleh seorang anak desa terpencil di bawah lereng gunung di daerah Jateng (Jawa Tengah). Dengan tekad melangkah untuk meninggalkan kampung halaman di awal tahun 90-an  dengan mencoba mengadu nasib yang pada awalnya untuk mencari pekerjaan di pulau Bali. Hanya dengan bermodalkan tekad, ketekunan, dan ketrampilan ia menjadi orang yang sukses.
  1. Sahadewa Bali Product: Industri Bed Cover
Produksi Sahadewa yang utama adalah bed cover dan tenun ikat, selain itu Sahadewa juga memproduksi baju, lukisan dan berbagai macam handy craft. Dalam pembuatan bed cover diawasi langsung oleh owner dan bahan-bahan yang digunakan juga dibeli langsung oleh owner agar kualitas barang sesuai yang diinginkan. Produk bed cover lukis milik Sahadewa tidak dapat ditiru oleh perusahaan lain karena Sahadewa memiliki teknik dan gaya tersendiri dalam memproduksi produknya.

B.     Kesan Selama Mengikuti KKL Berlangsung
Kuliah Kerja Lapangan ini sangat berkesan dikarenakan pengalaman yang didapat dalam kegiatan ini sangatlah berharga untuk modal ke depannya dalam melihat setiap peluang usaha yang ada. Selain itu, kegiatan ini juga memberikan dorongan semangat untuk berwirausaha serta memberikan gambaran yang nyata tentang berwirausaha itu sendiri.

C.    Kritik dan Saran Kegiatan KKL
Kritik:
1.      Untuk kegiatan di luar kunjungan, sangat melelahkan dikarenakan beberapa tempat tidak memiliki waktu yang cukup untuk beristirahat.
2.      Tempat yang dikunjungi untuk menambah wawasan masih kurang.
3.      Waktu yang teramat singkat untuk suatu kunjungan dengan jarak tempuh yang terlalu jauh.
Saran:
1.      Melakukan audiensi bersama mahasiswa untuk menentukan tempat dan tujuan KKL sehingga Jurusan dapat mengetahui aspirasi mahasiswa dan juga adanya keterbukaan mengenai tempat yang akan dituju.
  1. Untuk perusahaan manufaktur yang dikunjungi akan lebih baik memilih perusahaan bonafide yang sudah go public.
  2. Waktu yang diberikan untuk KKL masih kurang diefektifkan untuk kegiatan kunjungan karena lebih banyak kegiatan di luar kunjungan dengan keterbatasan waktu yang hanya 3 hari di Bali.
  3. Ke depannya semoga lebih dipersiapkan lagi segalanya dengan lebih matang dengan mempertimbangkan segala aspek dan kemungkinan untuk mengefektifkan kegiatan KKL sehingga mahasiswa lebih banyak lagi mendapatkan pengetahuan.

10 comments:

Mohon komentar sahabat demi kemajuan blog ini.
Terima kasih ^^

Followers